Blog List

Tampilkan postingan dengan label Firqah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Firqah. Tampilkan semua postingan
Cahaya Sunnah On Kamis, 15 Desember 2011
 
 
Faham Syiah
 
بسم اللّه الرحمن الرحيم

Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ ah sebagai berikut:

Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamm’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.

Perbedaan itu di antaranya :
1. Syi’ah menolak hadis yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait, sedangkan Ahlu Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu mustalah hadis.
2. Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).
3. Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.
4. Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi da’wah dan kepentingan umat.
5. Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar as-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).

Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah

Ditetapkan : Jakarta, 7 Maret 1984 M
4 Jumadil Akhir 1404 H

KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua
ttd
Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML
Sekretaris
ttd
H. Musytari Yusuf, LA


Fatwa MUI/Bidang Aqidah dan Aliran Keagamaan
(nahimunkar.com)

Cahaya Sunnah On
By: Wildan Hasan
Direktur WH Foundation

Saat ini kita dibuat tercengang-cengang dengan sepak terjang Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA, Ketua Umum PBNU yang melontarkan berbagi tuduhan keji kepada umat Islam. Namun ternyata perilaku nyeleneh bak pendekar mabok ini bukan hanya sekarang saja terjadi. Tulisan ini hanya sekedar mengumpulkan remah-remah yang bertebaran di internet terkait sepak terjang KH Said Aqil Siradj. Sebelumnya mari kita mengenal KH Said Aqil Siradj lebih dekat dengan membaca sedikit curiculum vitaenya.

Nama : Prof Dr KH Said Agil Siradj
Nama lengkap : Said Aqil Siradj
Tempat dan tanggal lahir: Cirebon, 03 Juli 1953
Nama istri : Nur Hayati Abdul Qodir
Nama Anak: 1. Muhammad Said Aqil, Nisrin Said Aqil, Rihab Said Aqil, Aqil Said Aqil

Pendidikan Formal
  1. S1 Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982.
  2. S2 Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987.
  3. S3 University of Umm al-Qura, jurusan Aqidah / Filsafat Islam, lulus 1994
Pendidikan Non-Formal
  1. Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek Cirebon
  2. Hidayatul Mubtadi’en Pesantren Lirboyo Kediri (1965-1970)
  3. Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (1972-1975)
Pengalaman Organisasi
  1. Sekertaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta (1972-1974)
  2. Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah (1983-1987)
  3. Wakil Katib ‘aam PBNU (1994-1998)
  4. Katib ‘aam PBNU (1998-1999)
  5. Penasihat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (Gandi) (1998)
  6. Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) (1998-sekarang)
  7. Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (1998-sekarang)
  8. Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 (1998)
  9. Ketua TGPF Kasus pembantaian Dukun Santet Banyuwangi (1998)
  10. Penasehat PMKRI (1999-sekarang)
  11. Ketua Panitia Muktamar NU XXX di Lirboyo Kediri (1999)
  12. Anggota Kehormatan MATAKIN (1999-2002)
  13. Rais Syuriah PBNU (1999-2004)
  14. Ketua PBNU (2004-sekarang)
Profesional Kegiatan
  1. Tim ahli bahasa indonesia dalam surat kabar harian Al-Nadwah Mekkah (1991)
  2. Dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) (1995-1997)
  3. Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1995-sekarang)
  4. Wakil Direktur Universitas Islam Malang (Unisma) (1997-1999)
  5. MKDU penasihat fakultas di Universitas Surabaya (Ubaya) (1998-sekarang)
  6. Wakil ketua dari lima tim penyusun rancangan AD / ART PKB (1998)
  7. Komisi member (1998-1999)
  8. Dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo Kediri (1999 – sekarang)
  9. Majelis Permusyawaratan Rakyat anggota fraksi yang mewakili NU (1999-2004)
  10. Lulusan Unisma direktur (1999-2003)
  11. Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) (2001-sekarang)
  12. Dosen pascasarjana ST Ibrahim Maqdum Tuban (2003-sekarang)
  13. UNU Dosen lulusan Universitas NU Solo (2003-sekarang)
  14. Lulusan Unisma dosen (2003-sekarang)
  15. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2010-2015

Sampeyan Muslim?
Berikut fakta sepak terjang KH. Said Aqil Siradj yang terekam media dan bisa membuat kita menimbang-nimbang apakah bisa kita mengajukan pertanyaan “Kyai Said,sampeyan muslim?

1. Kyai Said mengutuk ‘kekerasan’ yang dilakukan oleh umat Islam, dekat dan mesra dengan kelompok minoritas (non muslim dan penganut aliran sesat), mendoakan keselamatan untuk penganjur kesesatan Ulil Abshar Abdalla dedengkot JIL yang sekarang nyaman di ketiak partai penguasa dan dekat atau menjadi bagian dari kelompok pengidap penyakit SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme). (sumber:http://wahidinstitute.org/Berita/Detail/?id=295/hl=id/KH_Said_Aqil_Siradj_Jangan_Ragu_Dengan_PBNU).

2. Kyai Said penjilat penguasa dan mengkhianati suara rakyat dengan mengkritik beberapa tokoh agama yang menuduh pemerintah telah berbohong. (http://nasional.inilah.com/read/detail/1142292/pbnu-sindir-tokoh-lintas-agama-tak-santun)

3. Kyai Said aqidahnya rusak
Berikut kutipan pemikiran Said Aqil Siradj dalam sebuah tulisannya berjudul “Laa Ilaha Ilallah Juga” menurutnya, “Agama yang membawa misi Tauhid adalah Yahudi, Nasrani dan Islam. Ketiga agama tersebut datang dari Tuhan melalui nabi dan rasul pilihan. Yahudi diturunkan melalui Musa, Nasrani diturunkan melalui Isa dan Islam diturunkan melalui nabi Muhammad SAW. Kedekatan ketiga agama samawi yang sampai saat ini dianut manusia semakin tampak jika dilihat dari genealoi ketiga utusan (Musa, Isa, Muhammad) yang bertemu pada Ibrahim. Ketiga agama tersebut mengakui Ibrahim sebagai the Faunding Father’s bagi agama tauhid. Jadi ketiga agama tersebut sama-sama memiliki komitmen untuk menegakkan kalimat tauhid..... dari ketiga macam tauhid diatas(tauhid Rubbubiyah,Uluhiyah dan asma wa sifat), tauhid Kanisah Ortodhoks Syiria (Kristen Orthodox) tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan tauhid Islam……….dst (Menuju Dialog Teologis Kristen Islamkarya Bambang Noorsena penganut Kristen Orthodok Syiria). (http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/10/06/16278/koreksi-aqidah-kh-said-aqil-sirajd-jangan-samakan-tauhid-islam-dengan-trinitas-kristen/).

 

4. Kyai Said melontarkan perkataan kesyirikan.
Kyai Said pernah berkata “Jika seseorang berdoa’a pada batu secara khusyu’ maka Alloh akan mengabulkan do’anya karena kalau tidak terkabul maka Alloh akan sama dengan batu”.

5. Kyai Said berbuat bid’ah
Said Aqil pernah mensponsori dan mengadakan doa bersama antar agama dalam sebuah tema “ Indonesia Berdoa” yang dihadiri beberapa tokoh kafir (non muslim)dan juga beberapa pimpinan NU. Sebuah acara mengada-ada (bid’ah mungkar). Hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasululloh dan para Sahabat. Bahkan tercatat dalam sejarah Rasullulloh, beliau mengadakan Mubahallah (do’a untuk melaknat) dengan tokoh Nashara, bukan do’a untuk mencari keselamatan bersama antara beberapa tokoh agama.

6. Kyai Said pernah mengatakan bahwa “Abdullah bin Saba’ (pimpinan Syiah) dalam masa Rasululloh dan para sahabat tidak pernah ada dan tidak pernah dikenal dalam sejarah Islam”. Dalam hal ini Said Aqil berusaha menutupi dan mendistorsi sejarah Islam. Abdullah bin Saba’ (seorang Yahudi yang masuk Islam kemudian menyimpang dan memimpin Syiah) berusaha dihilangkan oleh Said Aqil dari panggung sejarah Islam Sehingga seolah-olah Yahudi tidak dianggap sebagai musuh dan golongan yang pertama-kali memecah belah dan mengacak-acak Islam.

7. Kyai Said pernah mengakui bahwa dia pernah belajar Agama Syiah dan dia tidak mempermasalahkan sesatnya ajaran Syiah tersebut dan dianggapnya wajar-wajar saja.

8. Kyai Said gemar keluar masuk gereja dan berceramah di sana.

9. Kyai Said pernah mengusulkan agar MUI dibubarkan.
Point 3 sampai 9 dapat dilihat di: http://alislam-pwt.tripod.com/islam__liberal2.htm

10. Kyai Said pendukung ideologi kufur pluralisme

11. Kyai Said simpatisan sekte sesat Syi’ah
Dalam buku Tasawwuf sebagai Kritik Sosial, di antaranya Said Aqil menulis bahwa kehadiran Islam sarat dengan nuansa politis dan Imam Syafi’i dianggap simpatisan Syi’ah. (http://www.syiahindonesia.com/index.php/data-a-fakta/potret-tokoh-syiah/181-dr-said-agil-siradj-mengaku-tak-percaya-syiah-)

12. Kyai Said bergabung dengan partai sekuler yang selalu menghalang-halangi upaya penegakkan syariat Islam di Indonesia. (http://www.riaupos.co.id/berita.php?act=full&id=4140&kat=8).


14. Kyai Said adalah pejuang Hindu, Budha, Kristen dan Konghucu Point ini di atas disimpulkan dari judul KEBHINNEKAAN DAN PLURALISME bab

13 buku TASAWAUF SEBAGAI KRITIK SOSIAL karangan Said Aqil Siroj, tebitan Mizan, September 2006. (http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=224)

15. Kyai Said pernah bersuara sangat aneh dan menyakiti para sahabat Nabi Muhammad bahwa orang Arab sepeninggal Nabi Muhammad mereka murtad kecuali hanya orang-orang Arab Quraisy, itupun tidak keluarnya dari Islam bukan karena agama tapi karena suku/ kabilah. Dengan tulisannya di makalah yang sangat menyakiti para sahabat Nabi Muhammad itu maka Aqil Siradj dikafirkan oleh belasan ulama dan ada gagasan untuk diusulkan ke almamaternya, Universitas Ummul Quro Makkah, agar gelar doktornya dicabut. (http://www.narutobux.info/2011/09/tokoh-tokoh-nyeleneh-di-uin-dan-iain_09.html)

16. Kyai Said secara serampangan mengaitkan antara pergerakan dakwah Wahabi dengan radikalisme. Dia bahkan membuat istilah baru tentang dakwah Wahabi, yaitu "ideologi puritanisme radikal."

17. Kyai said memprovokasi warga NU untuk melakukan "sterilisasi" masjid-masjid yang menurutnya berpotensi menjadi sarang kelompok puritan radikal. (http://www.globalmuslim.web.id/2011/10/antara-wahabi-dan-isu-terorisme.html)


19. Terpilihnya Kyai Said sebagai Ketua Umum PBNU disambut gembira dedengkot JIL Ulil Abshar Abdalla. (http://wap.vivanews.com/news/read/139685-ulil_abshar__said_agil_paling_pas_pimpin_pbnu)


21. Kyai Said reaktif dan tidak memiliki empati
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyatakan jika benar pelaku bom bunuh diri di Gereja Kepunton Solo terkait dengan bom Cirebon, itu berarti si pelaku memahami Islam secara salah. Termasuk kenyakinan para bomber bakal disambut bidadari itu gombal. (http://www.yasni.com/ext.php?url=http%3A%2F%2Fwww.tempo.co%2Fread%2Fnews%2F2011%2F09%2F27%2F078358492%2FSaid-Aqil-Ngebom-dan-Disambut-Bidadari-Itu-Gombal&name=Said+Aqil&cat=filter&showads=1)

22. Kyai Said membawa NU bermesra-mesraan dengan penguasa (kritikan tokoh muda NU)


24. Kyai Said membawa NU mendekati dunia politik praktis dan lebih dekat dengan penguasa. (http://www.rimanews.com/read/2011032...impangan-jalan)

25. Kyai Said adalah pemain di dalam isu pluralisme dan liberalisme http://islamlib.com/id/artikel/jiwa-besar-nu-untuk-muktamar-muhammadiyah

26. Kyai Said mempromosikan tasawuf sebagai solusi dari krisis multidimensi yang sedang melanda umat Islam saat ini, baik agama, ekonomi, maupun politik. (http://emka.web.id/ke-nu-an/2011/kh-said-aqil-siradj-tasawuf-solusi-di-era-globalisasi/)

27.  Pentolan JIL (Jaringan Islam Liberal) Ulil Abshar Abdalla tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas terpilihnya Said Aqil Siradj yang pro aliran sesat Syi’ah dan bahkan menjadi anggota kehormatan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia 1999-2002. (http://politik.vivanews.com/news/read/139685ulil_abshar__said_agil_paling_pas_pimpin_pbnu)

28. Kyai Said, tanpa canggung berkhotbah dalam acara misa Kristiani di sebuah gereja di Surabaya. Dengan background belakangnya salib patung Yesus dalam ukuran yang cukup besar. Beritanya pun dimuat majalah aula milik warga NU, dia juga pernah melontarkan gagasan liberalnya yaitu merencanakan pembangunan gedung bertingkat, dengan komposisi lantai dasar akan diperuntukkan sebagai masjid bagi umat Islam, sedangkan lantai tingkat satu diperuntukkan sebagai gereja bagi umat kristiani, lantai tingkat dua diperuntukkan sebagai pure bagi penganut hindu, demikian dan seterusnya. (KH. Lutfi Bashori, Konsep NU & Krisis Penegakan Syari'at). (http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/message/26068)

29.Kyai Said mengatakan bangsa Arab memiliki kecenderungan kuat untuk memperlakukan orang lain, terutama dari negeri-negeri non Arab, sebagai budak. (http://buruhmigran.or.id/en/2010/12/said-aqil-siradj-arab-cenderung-lakukan-perbudakan/)

30. Kyai Said menuduh gerakan dakwah yang merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman ulama salaf sebagai biang kerok dan sumber konflik di tengah-tengah masyarakat. (http://ygennet.web.id/2011/ngawurnya-said-agil-siradj-dalam-menjelek-jelekkan-pihak-yang-dia-sebut-wahabi/)

31. Kyai Said adalah ulama su’ (jahat)

32. Kyai Said berdoa di kuburan agar terpilih menjadi Ketua Umum PBNU

33.  Kyai Said berkolaborasi dengan aliran sesat LDII memperingati HUT RI ke-62 (http://ldii.net78.net/?Kunjungan_Kelembagaan:LDII_dan_NU_menadakan_%22TABLIGH_AKBAR%22)

34. Kyai Said menuduh pemerintah gagal mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis terkait arogansi GKI Yasmin Bogor. (http://icrp-online.org/112011/post-779.html)

35. Kyai Said menulis dalam bukunya Tasawwuf sebagai kritik sosial, bahwa kehadiran Islam sarat dengan nuansa politis, Imam Syafi'i dianggap simpatisan Syi'ah dan pembelaanya terhadap Ahmadiyah. (http://my.opera.com/ipnu-ippnu-jabon/blog/dikritisi-kiai-muda-jatim-said-janji-edit)

36. Kyai Said bertemu dengan pemimpin Tertinggi Revolusi Syiah Iran, Ayatollah Al-Udzma dalam Konferensi Persatuan Islam ke-24 di Teheran. (http://www.taqrib.info/indonesia/index.php?option=com_content&view=article&id=646:setelah-temui-pemimpin-besar-iran-agil-siradj-bertolak-ke-yapi&catid=39:akhbar-e-jahan&Itemid=95)

37. Kyai Said menyatakan situs jihadi radikal lebih berbahaya daripada situs porno. Situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh  (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/09/29/16215/pbnu-situs-porno-tak-berdosa-jihadi-radikal-merusak-iman/)

38. Kyai Said meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera menutup situs-situs Islam. (http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/27/20360737/Said.Aqil.Tifatul.Jangan.Cuma.Tutup.Situs.Porno.)

39. Kyai Said mengatakan: Syi'ah adalah mazhab Islam yg membanggakan karena dari generasi ke generasi konsisten membangun dan menjaga tradisi… (www.xbox360videos.com/index.php?key=%3DGus+Dur&page)

40. Kyai Said menuduh berkembangnya ajaran Wahabi ala Saudi Arabia ke seluruh pelosok dunia karena dukungan dana yang sangat besar yang dialirkan ke para aktifis pengikut wahabi.
Kyai Said mengatakan, Muhammad bin Abdul Wahhab, pendiri wahabisme bukanlah intelektual muslim yang cemerlang. Tidak ada karya besar yang dihasilkannya karena ia hanya mengarang kitab-kitab kecil saja.
Kyai Said mengatakan, Muhammad bin Abdul Wahab melakukan kolaborasi dengan Ibnu Saud, pendiri kerajaan Saudi Arabia untuk melakukan pemberontakan terhadap kekhalifahan Turki Utsmani.
Kyai Said menuduh Muhammad bin Abdul Wahab menghancurkan banyak situs sejarah di Makkah dan Madinah yang telah dipelihara dengan baik sejak zaman Rasulullah. (http://www.nu.or.id/page.php)

41. NU mendapatkan kucuran dana tak terbatas dari AS
Kyai Said mengatakan, NU mendapatkan kepercayaan dari Bank Dunia dalam bentuk pendanaan tak terbatas untuk kegiatan sosial Ormas yang diklaim terbesar di Indonesia ini, yang akan terus berlangsung selama NU berdiri. Rencananya dana tak terbatas tersebut akan digunakan oleh NU untuk membiayai kegiatan civil society mereka. Seperti diketahui, NU dengan beragam underbouw-nya telah lama bergiat dalam bidang kesetaraan gender, demokrasi, pengentasan kemiskinan, multikulturalisme, serta menjaga hubungan baik antar ummat beragama.

Kyai Said menuduh situs-situs Islam mengajarkan terorisme. (http://harapan-putra.blogspot.com/2011/10/nahdhatul-ulama-telah-dirusak-oleh.html)






47. Kyai Said mengikuti ucapan Gus Dur mengatakan; “Anta ‘aduwullah Wahabi.” (Wahabi, kamu musuh Allah). Artinya Gus Dur telah mengkafirkan umat Islam lainnya. (http://nahimunkar.com/1782/aqil-siradj-tirukan-gus-dur-anta-%E2%80%98aduwullah-wahabi/)

Demikian sedikit catatan terkait sepak terjang Kyai Said yang dapat kami himpun. Mungkin masih banyak catatan lain yang tidak kami ketahui. Catatan ini disusun tidak dalam rangka membuka aib seseorang,  namun kesalahan seorang tokoh wajib dibuka ke publik agar umat selamat tidak mengikuti ucapan dan sepak terjangnya yang keliru itu. setidaknya ini dapat menjadi pegangan untuk kita semua menyikapi musibah terbesar yakni fenomena ulama yang berbicara tanpa ilmu.

Kami sarankan juga ikhwah meluangkan waktu untuk menelaah tulisan yang sangat bagus dihttp://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/221-nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk-ketua-pbnu-kiyai-haji-said-aqiel-siradj. Wallahu a'lamu bis-shawaab.
________________
Cahaya Sunnah On
Said Aqil Siradj, Seorang tokoh NU yang merangkap Jabatan sebagai Penasehat Pemuda Kristen Indonesia, mengatakan: “Tauhid Islam dan Kristen sama saja.” Kehadiran sekte Kristen yang menamakan dirinya “Kanisah Ortodoks Syiria” di bawah pimpinan Bambang Noorsena sempat menarik perhatian besar berbagai kalangan, karena berbeda dengan gaya Kristen lainnya. Kristen ortodoks Syiria tampill mirip dengan gaya umat Islam. Yakni dengan khas idiom-idiom ke-Islaman dan ke-Araban. Mereka mengucapkan salam dengan ucapan “Assalamu’alaikum”, laki-lakinya berpeci dan bergamis  dan wanitanya juga berjilbab. Al-kitab yang dibaca mereka juga berbahasa Arab dan cara melantunkannya pun seperti Qiroatul Quran, yang istilah mereka disebut Tilawatul Injil. Sambutan positif serta dukungan atas munculnya Kristen ortodoks Syiria yang kebablasan itu justru datang dari seorang tokoh NU yang nyambi kerja sebagai Penasehat Angkatan Muda Kristen Republik Indonesia.
 
Sikap tokoh NU asal Palimanan, Cirebon, Jawa Barat yang kontroversial itu mengingatkan kepada apa yang pernah dilakukan pendahulunya, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Noer Kholis Madjid. Tudingan miring itu bermula dari sejumlah sikapnya yang dinilai nyleneh. Misalnya, ia menjalin pershahabatan yang begitu erat dengan tokoh-tokoh non-muslim. Seperti Romo Mangun Wijaya, Romo Mudji Sutrisno, dan Romo Sandyawan Sumardi. Bahkan dengan lancangnya dia berani mengkafirkan Imam Ghozali dalam disertasinya meraih gelar doktor di Universitas Ummul Quro’ Makkah. Sehingga dia dikafirkan oleh 14 kyai atas tindakannya tersebut. Dalam buku “Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam” karangan Bambang Noersena, Said memberikan kata penutup yang membahayakan dan menyesatkan, “Dari ketiga macam Tauhid di atas (Tauhid al-Rububiyyah, Tauhid al-Uluhiyyah, Tauhid al-Asma' Wa ash-Shifat), maka Tauhid Kanisah Ortodoks Syiria tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan Islam. Secara al-Rububiyyah, Kristen Ortodoks Syiria jelas mengakui bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala adalah Tuhan sekalian alam yang wajib disembah. Secara al-Uluhiyyah, mereka juga mengikrarkan “La Ilaha Illallah” sebagai ungkapan ketauhidannya. “Sementara dari Tauhid Al-Asma' Wal-Shifat, secara substansial tidak jauh berbeda. Jika dalam Islam Sunni, kalam Tuhan yang Qodim itu turun kepada manusia melalui Muhammad, dalam bentuk al-Quran, maka Kristen Ortodoks Syiria berpandangan bahwa Kalam Tuhan turun menjelma (Tajassud) dengan Ruhul Qudus dan perawan Maryam menjadi manusia. Perbedaan ini tentu saja sangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teoloqi Islam. Walhasil, keyakinan Kristen ortodoks Syiria  dengan Islam Sunni, walaupun berbeda dalam peribadatan (Syari’at), pada hakekatnya memiliki persamaan yang sangat substansial dalam bidang Tauhid,” ungkapnya. (Budi Handrianto, 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia).

Pernyataan Said Aqil tadi sungguh sangat keterlaluan dan sangat jelas menyimpang dari Aqidah Islam. Dengan menyamakan Tauhid Islam dengan Kristen. Dengan demikian, berarti teologi Said Aqil sama sesatnya dengan teologi Kristen yang diusung oleh para pendeta dan teolog kristiani. Jika dia masih merasa sebagai umat Islam, maka seharusnya dia bertobat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan mencabut semua omongannya, karena omongan-omongan tersebut dengan sendirinya telah menggugurkan keislamannya.

Begitu juga sangat disayangkan otak pemikiran Said Aqil yang sudah terkontaminasi oleh pemikiran Gus Dur dan menjalankan kontrak Zionis Internasional, sehingga dengan lancangnya berani mengkritik para Shahabat Nabi, lebih ironis keberadaan KH. Ilyas Ru'yat dan KH. Sahal Mahfudz sebagai Rois Syuriyah diam seribu bahasa seakan mendukung pemikiran Said yang kacau dan ngawur itu. Bahkan oleh PBNU Said dan KH. Drs. Noer Iskandar MA. yang juga punya pemikiran sama dengan Said Aqil diserahi menyusun pedoman Ahlussunnah Wa al-Jamaah, yang keduanya mempunyai haluan Mu'tazilah-Syi'ah.

Keterlibatan Said Aqil dan Gus Dur dalam Syi'ah bisa dilihat dari pernyataan dan seringnya bola-balik ke Iran. Kagum kepada Khomeini, dengan menyebutnya sebagai Waliyullah, Islam tidaklah jauh berbeda dengan Syi'ah, NU dan Syi'ah mempunyai kultur sama, Tahlilan, Dziba'an, cinta Ahlil Bait dll.

Said Aqil dalam makalahnya yang dipresentasikan dalam Seminar Nasional PMII di Jakarta, 8 Agustus 1995, dan di Kantor PBNU pada tanggal 19 Oktober 1996, yang banyak kami temukan dalam makalah tersebut banyak kejanggalan dan kesalahan yang amat fatal, tiga diantaranya adalah:

1. Sejarah mencatat, begitu tersiar berita Rasulullah wafat dan digantikan oleh Abu Bakar, hampir semua penduduk Jazirah Arab menyatakan keluar dari Islam. Seluruh suku-suku di tanah Arab membelot seketika itu juga. Hanya Madinah, Makkah dan Thoif yang tidak menyatakan pembelotannya. Inipun kalau dikaji secara seksama bukan karena agama, bukan didasari keimanan, tapi karena kabilah. Pikiran yang mendasari orang Makkah untuk memeluk agama Islam adalah logika, bahwa kemenangan Islam adalah kemenangan Muhammad, sedang Muhammad adalah orang Quraisy, penduduk asli kota Makkah. Dengan demikian kemenangan Islam adalah kemenangan suku Quraisy. Kalau begitu, tidak perlu murtad. Artinya tidak murtadnya Makkah itu bukan karena agama, tapi karena slogan yang digunakan Abu Bakar di Bani Saqifah, "al-A'immatu Min Quraisy", (halaman 3 alenia  V).

2. a. Di masa-masa awal pemerintahan kira-kira enam tahun pemerintahan Khalifah Utsman keadaan wajar-wajar saja. Semuanya berjalan dengan baik, kemenangan terjadi dimana-mana, katakanlah sukses. Namun dimasa-masa akhir ketika usianya mulai lanjut, Utsman mulai pikun. (halaman 6 alenia I)

b. Begitupun ketika ditanya tentang pengangkatan Gubernur dan pembantu-pembantu Khalifah yang semuanya dari kalangan famili, ia tegas bahwa itu karena adanya ayat Al-Quran, "Wa Atidzal Qurba", utamakan dahulu kerabat. Ketika itu Utsman sudah pikun dan sudah selayaknya mundur.  (Halaman 7 alenia I).

3. Sejak itu Mutawakkil mendapat gelar Nashirullah (pembela madzhab Ahlussunah Wa al-Jamaah) mulailah lahir Hadits "Sataftariqu Umaty"........dst, bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan hanya satu yang selamat. Ada lagi riwayat yang mengatakan "Kulluha Fil Jannah Illa Wahid" (semua masuk surga kecuali satu). Persoalannya, kalau kita terima versi "Kulluha Finnar Illa Wahid" timbul pertanyaan: Siapa yang satu itu? Diriwayatkan bahwa Nabi menjawab; "orang yang seperti aku dan Shahabatku" lalu siapa atau madzhab mana, partai mana yang mampu dan berhak menyatakan kami inilah seperti Rasulullah dan Shahabat-Shahabatnya. Dengan demikian Hadits ini sulit diterima keshahihannya. Yang jelas Hadits ini dilatarbelakangi oleh kondisi politik ketika Mutawwakil naik menjadi Khalifah. (Halaman 15 alenia III).

Dan komentar kami atas kejanggalan-kejanggalan dalam makalah Said Aqil yang telah kami paparkan adalah sebagai berikut:

1. Said Aqil dalam makalahnya jelas telah memvonis, bahwa penduduk Madinah, Makkah dan Thoif yang memeluk Islam dengan keimanannya, tidak lagi beragama Islam setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam. Sebab kata-kata "hanya Madinah, Makkah dan Thoif yang tidak menyatakan pembelotannya, ini pun kalau dikaji secara seksama, bukan karena agama, bukan didasari keimanan tetapi karena kabilah", mengandung arti, bahwa penduduk Madinah, Makkah dan Thoif keluar dari Islam hanya saja tidak menyatakan pembelotannya, yang semata-mata karena fanatisme kesukuan. Tuduhan yang sangat keji ini juga tertuju kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam.

Penilaian Said Aqil ini jelas bertentangan dengan fakta sejarah yang terekam dalam tarikh-tarikh Islam yang mu’tabar. Dan terhadap pribadi Said Aqil berlaku sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam Kitabul Adab dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitabul Iman.

2. Kata "Pikun" yang dialamatkan kepada Utsman bin Affan oleh Said Aqil, merupakan penghinaan dan caci maki terhadap pribadi Shahabat Utsman, Khalifah Nabi yang ketiga serta pernah menjadi menantu Rasulullah (dua kali). Perbuatan dan ucapan yang demikian ini jelas termasuk dosa besar (kabair) berdasarkan Hadits Nabi riwayat Muslim dalam bab: "Diharamkan Mencaci-Maki Shahabat".

3. Bagaimana bisa, dan memakai apa, orang semacam Said Aqil menyatakan Hadits "Sataftariqu Umaty" sulit diterima keshahihannya, bahkan sampai mengatakan Hadits tersebut dilatar belakangi politik ketika Mutawakkil menjadi Khalifah? Padahal Hadits di atas oleh Imam Turmudzi dikatagorikan Hadits yang Hasan dan shahih? Dengan demikian Said Aqil berarti memandulkan Hadits yang dinyatakan shahih Imam Turmudzi dan lainnya.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (تَفَرَّقَتِ اليَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً أَو اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَالنَّصَارَى مِثْل ذَلِكَ وَتَفَرَّقَ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً), رواه الترمذي.
وعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بَنِي إسْرَائِيْلَ حذو النَّعْل باِلنَّعْل حَتَّى أَنْ كَانَ مِنْهُمْ مِنْ أُمَّتِي أُمَّة عَلاَنِية لَكَانَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَصْنَع ذَلِكَ وَإِنَّ بَنِي إسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفَرَّقَ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إلاَّ مِلَّة وَاحِدَة ), قال : من هي يا رسول الله ؟ قال : (مَا أَناَ عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ), رواه الترمذي.

Dalam menilai Shahabat Utsman Said sungguh keterlaluan dengan mengatakan sayyidina Utsman pikun, melakukan Nepotisme, menghambur-hamburkan uang, seakan Said merasa lebih mulia daripada Shahabat. Perbuatan dan ucapan Said termasuk dosa besar bahkan bisa kufur.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم : (لاَ تَسُبُّوْا أَصْحَابِيْ لاَ تَسُبُّوْا أَصْحَابِيْ فَوَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيْفَهُ). رواه مسلم.

Kesalahan Cara Berpikir Said Aqil

Kesalahan Said Aqil ini bukan kesalahan parsial atas produk pemikiran saja, yakni seperti kesalahan Ulama bila ada salahnya, melainkan kesalahan Said Aqil adalah kesalahan cara berpikirnya (virus otak). Dia banyak membaca karangan orang-orang Syi'ah atau orang-orang modern yang cara berpikirnya dengan pikiran ala barat dan melecehkan Islam seperti Thoha Husain orang buta yang menjadi Pendikbud di Mesir, Qosim Amin dan lain-lain, serta orang-orang Orientalis yang memang mengibarkan perang pikiran, perang sejarah, dan lain sebagainya.

Pedoman Said Aqil adalah bila orang Islam memuji orang Islam perlu diuji kebenarannya, tetapi bila mencaci sesama orang Islam (seperti mencaci dirinya sendiri) ini diterima. Kaca mata hitam yang dia pakai, sehingga sejarah kelihatan hitam semua.

Said Aqil cerdas, tapi karena banyak membaca karangannya orang-orang yang seperti di atas, maka terjangkitlah dia oleh virus Orientalis, Liberalis dan Salibis. Sebagaimana iblis itu cerdas tapi berhubung kecerdasannya terkena virus, maka sebagaimana nasib Said Aqil yang terjangkit virus sesat lagi mensesatkan. Bersambung

(disadur dari buku “Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal dalam Tubuh NU: Informasi, Penyimpangan dan Jawabannya” karya H. Muhammad Najih Maimoen, penerbit Toko Kitab Al-Anwar, Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang, cet. III, Januari 2011/Shafar 1432, halaman 67-101).
_________